Rabu, 05 September 2012

REVIEW JURNAL

Review Jurnal
Jurnal Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan, Volume 1, Nomor 1, September 2011

ANALISIS PENGELOLAAN PRAKTIKUM BIOLOGI DI LABORATORIUM BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Atok Miftachul Hudha
Perndidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang
e-mail: atok_umm@yahoo.com

Abstract : This study aims at investigating the biology practicum management at the laboratory of Biology FKIP-UMM. 110 semester II, IV, and VI students at the academic year 2008/2009 are taken as the samples employing accidental sampling technique. Questionnaire is used together the data before they are analyzed using descriptive qualitative analysis. To complete and clarify the data, the head of the department of Biology laboratory are interviewed. It is found that there are some weaknesses related to the management based on the student expectations. They include the facilities and practicum management model. This conditions bring the effects on the student’s attitude and create the problems to the laboratory assistants. The students are lazy to take practicum materials, consult the practicum result to the laboratory assistant, and hand in the paper promptly. Besides, the students like to the underestimate the laboratory assistant because they consider the laboratory assistants do not have enough knowledge related to the material for practicum. The student rarely get satisfied information from the laboratory assistant related to the practicum material that they have never got in class.

Keywords: management analysis, Biology practicum, Biology laboratory.

    Laboratorium dibangun berdasarkan suatu kesadaran penuh bahwa pembelajaran di laboratorium mempunyai posisi penting dalam pendidikan, karena dalam rangka mencapai tujuan yang bersifat multi dimensi dalam proses pembelajaran, diperlukan strategi pembelajaran yang memadai.
    Pelaksanaan kegiatan praktikum bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UMM dilaksanakan di Laboratorium Biologi UMM maupun di lingkungan luar kampus adalah untuk membuktikan, memahami, mengamati, dan juga menemukan hal-hal baru sesuai dengan teori yang diterima di kelas.
    Penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mendeskripsikan tanggapan mahasiswa praktikan terhadap pengelolaan kegiatan praktikum biologi pada Laboratorium Biologi UMM. 2. Mendeskripsikan tanggapan mahasiswa praktikan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana praktikum yang disediakan di Laboratorium Biologi UMM. 3. Mendeskripsikan model pengelolaan praktikum yang dianggap ideal oleh mahasiswa praktikan dalam dalam setiap kegiatan praktikum biologi di laboratorium Biologi UMM. 4. Mendeskripsikan kendala yang dihadapi oleh asisten praktikum biologi dalam pelaksanaan praktikum Biologi di Laboratorium Biologi UMM.
    Manfaat yang dimaksudkan dari penelitian ini adalah peningkatan pengelolaan kegiatan praktikum Biologi pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FKIP –UMM oleh instruktur dan asisten praktikum, tersedianya sarana dan prasarana praktikum yang memenuhi kebutuhan mahasiswa praktikan dari Jurusan Pendidikan Biologi FKIP-UMM, serta terjadinya kesesuaianmateri praktikum dengan materi perkuliahan di kelas.
METODE
    Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang ingin menggambarkan tentang suatu fenomena yang terjadi pada objek penelitian, dan dari hasil penelitian terhadap fenomena tersebut dapat diperoleh gambaran sesungguhnya tentang hal yang terjadi pada objek penelitian.
    Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi UMM selama 6 Bulan (bulan Pebruari-Juli 2009) dengan populasi seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi FKIP-UMM yang duduk di semester Genap 2008/2009 yang berjumlah 400 orang. Dari jumlah tersebut, sampel yang diambil sebanyak 110 orang dengan menggunakan accidental sampling.

Pembahasan
    Berdasarkan analisis data terhadap persentase jawaban responden pada setiap item pertanyaan dalam kuisioner diperoleh:
1.    Tanggapan Mahasiswa terhadap pelaksanaan praktikum Biologi  di Laboratorium Biologi UMM belum sesuai harapan mahasiswa (73,6%), hal ini disebabkan oleh: a. kurang kondusifnya ruang laboratorium (56,4%), b. materi praktikum tidak sinergis dengan teori di kelas, c. pola pembimbingan asisten yang belum efektif (51,8%); d. pola pembimbingan instruktur yang yang belum efektif (48,2%); e. jumlah asisten yang kurang dalam tiap kelas. 
2.    Peran dan efektifitas Bimbingan instruktur dan asisten. Hasil konfirmasi yang dilakukan ketua jurusan Pendidikan Biologi FKIP –UMM dan kepala Laboratorium Biologi diketahui ternyata kendala yang dihadapi oleh instruktur adalh kesulitan membagi jam antara member praktikum dengan tugas lainnya, sebab beberapa instruktur bertugas sebagai structural pada fakultas. Akibat dari hal ini sebanyak 48,2% responden menyatakan pembimbingan instruktur kurang efektif.
3.    Kondisi Peralatan dan Bahan Praktikum di Laboratorium Biologi UMM. Terhadap kondisi peralatan dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum sebanyak 60% responden menyatakan cukup layak dan masih relevan digunakan praktikum. Berdasarkan keadaan alat-alat praktikum yang demikian itu 68,2% menyatakan tidak mencukupi jumlahnya dengan rasio mahasiswa praktikum . ketersediaan bahan praktikum 53,6% responden menyatakan bahan praktikum tidak mencukupi jumlahnya untuk kegiatan praktikum disbanding dengan rasio mahasiswa praktikan.
4.    Tanggapan asisten terhadap peran instruktur : para responden terdiri dari 12 orang asisten praktikum biologi, menyatakan bahwa selama ini hanya 4 responden asisten (33,4%) saja yang selalu mendapat bimbingan pengayaan materi dari instruktur sedangkan 8 orang responden (66,7%) menyatakan kadang-kadang mendapat bimbingan dari instruktur
HAL YANG BELUM  TERUNGKAP
    Tidak adanya dibahas syarat- syarat atau ketentuan seorang asistem praktikum di laboratorium Biologi UMM dan tidak ada dibahas tentang keberadaan laboran pada Laboratorium Biologi UMM.
KESIMPULAN
    Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pengelolaan kegiatan praktikum biologi bagi mahasiswa praktikan dari Jurusan Pendidikan Biologi FKIP-UMM belum sesuai dengan harapan mahasiswa disebabkan oleh : kurang kondusifnya ruang laboratorium, materi praktikum tidak sinergis dengan teori di kelas, pola pembimbingan asisten yang belum efektif , pola pembimbingan instruktur yang belum efektif,  jumlah asisten yang kurang dalam tiap kelas, penyediaan sarana dan prasarana yang belum memenuhi harapan, dan model pengelolaan praktikum yang dianggap kurang ideal. Dan berbagai kendala – kendala yang dihadapi para asisten daam mendampingi para mahasiswa praktikan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Tugas Pengelolaan Praktikum.Yogyakarta: Lab. Kimia Dasar FMIPA
UGM.
Anonim. 2010. Pengelolaan Laboratorium TIK. Materi Ajar Prodi Teknologi
Pendidikan FIP UPI.
Dendie. 2010. Training Aplikasi Komputer.(Online). (http://dendieisme.blogspot.com/2010/06/training-aplikasi-komputer.html/
,     diakses 5 Agustus 2010).
Hardjoeno. 2002. Organisasi dan Tata KerjaLaboratorium Klinik Rumah Sakit.
Dipresentasikan dalam PelatihanNasional Manajemen Laboratorium Klinik Rumah Sakit, Jakarta, 20 Juni2002.
Hudha, A. M. 2000. Petunjuk Praktikum Invertebrata.Malang: Laboratorium Biologi UMM.
Hudha, A. M. 2002. Penyelenggaraan Praktikum pada Mahasiswa JurusanPendidikan Biologi FKIP UMM. Laporan Penelitian. Malang: Lemlit UMM.
Hudha, A. M. 2008. Pengelolaan Praktikum di Laboratorium. Makalah Lokakarya
FIKES UMM.
Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.
McLagan, P. & Nel, C. 1995. The Age of Participation,New Governance for the Work Place and the World. San Fransisco: Bernett Koehler Publisher.
Purwanti, E. 1996. Metodologi dan Instrumentasi.Makalah Lokakarya Penelitian
Dosen FKIP Universitas MuhammdiyahMalang Tahun 1996.
Purwanti, E. 2000. Pengantar MetodologiPenelitian. Malang: UMM Press.
Rahayuningsih, E. & Dwiyanto, D. 2005. Pembelajaran di LaboratoriumYogyakarta: Pusat PengembanganPendidikan UGM.
Sarojo, J. R. 1994. Model-model Penelitian. Makalah Seminar Metodologi Penelitian
Program Studi Manajemen Pendidikan PPS IKIP Malang.
Sugiharto, B. 2008. Optimalisasi PengelolaanLaboratorium IPA SMP. Semarang: FKIP
UNS.
Sumintono, B. 2008. Tujuan Pengajaran Sains di Laboratorium. (Online). (http://netsains.com/2008/03/tujuanpengajaran-sains-di-laboratorium/
,     Diakses tanggal 2 Agustus 2009).
Sumintono, B. 2008. Pengalaman danInvestigasi dalam Pengajaran Sains di
Laboratorium. (Online). (http://netsains.com/2008/04/pengalaman-daninvestigasi-dalam-pengajaran-sains-dilaboratorium/
,Diakses tanggal 20Agustus 2009).
Suyanta. 2010. Manajemen Operasional Laboratorium. Yogyakarta: Jurusan
Pendidikan Kimia FMIPA UniversitasNegeri Yogyakarta.
The White House Domestic Policy Council.1993. Health Security. The Official Text.
Winkel, W.S. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.
Zaenab, S. & Purwanti, E. 2000. Modul Pengelolaan Laboratorium IPA. Malang: FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.



           







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar